Postingan

Apa yang anda cari? Silakan Cari di sini

Nanang Suryadi Baca Puisi INTRO - Telah Dialamatkan Padamu

Gambar
Intro 
aku tak mengerti, katamu  pada sajak banyak ruang terbuka
 terjemah kehendak, pada langit luas  atau gelombang berdentaman, dalam dada
 mungkin cuma gurau melupa duka, karena  manusia menyimpan luka, 
berabad telah lewat, apa yang ingin didusta?  pada bening mata tak bisa sembunyi pura-pura 






Sila ditengok juga:

Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB
Web Nanang Suryadi

DI Beranda Puisi terdengar lagi

Domain Name Baru XYZ

Melengkapi domain name yang sudah ada, saya menggunakan beberapa domain name xyz, yaitu: nanangsuryadi.xyzpemasar.xyz dan cybersastra.xyz. Domain ini relatif terjangkau harganya untuk tahun pertama.

Saya membeli domain-domain tersebut di idwebhost.com sebuah provider hosting dan penyedia domain name yang sangat profesional dan memuaskan. Saya berlangganan di sana kurang lebih 12 tahun. Selama ini tidak pernah mengecewakan. Bahkan mereka banyak membantu saya (sebagai pelanggan) jika ada hal-hal teknis yang membingungkan.

Situs-situs tersebut saya hosting di blogger.com, penyedia blog yang keren dan saya gunakan selama ini. Blogger yang dimiliki oleh google.com dengan segala fasilitasnya sangat mudah digunakan dan update terhadap perkembangan terbaru dalam dunia internet. Tak dapat dielakkan memang, sehari-hari kita menggunakan fasilitas yang tersedia oleh google.com. Sebagai mesin pencari terbesar dan terbaik saat ini google.com memang dibutuhkan banyak orang, untuk mencari tahu tenta…

Mengunduh Buku Kumpulan Puisi Telah Dialamatkan Padamu

Silakan mengunduh (download) buku kumpulan puisi Telah dialamatkan Padamu, karya Nanang Suryadi. Jika ada penerbit yang ingin menerbitkan ulang buku ini silakan hubungi saya, tulis di komentar.


Sepilihan Puisi Nanang SuryadiTelah Dialamatkan Padamu
DAFTAR ISI Kata Pengantar: ‘Erotisme Religius’ Sajak NanangDaftar IsiIntroDalam SajakYang Menyimpan RinduBerjalan Di Bawah GerimisSketsa JejakBagaimana DiterjemahTerjemah HujanMataTanah LotSang PertapaDemikianlah HujanSebutir Biru BerkejapanMengaji KanakSeperti Kudengar DeraiBintang Biru Yang Sepi

Ku Ingin Menulis Sajak Cinta Terbaik Sepanjang Masa

Sudahkah anda membaca sajak-sajak cinta ini? Sajak atau puisi cinta yang perlu anda baca. Mungkin ini sajak atau puisi cinta terindah sepanjang masa (hehehe). Silakan kunjungi dan baca dengan sepenuh perasaan. Semoga hanyut dalam rasa mendalam, dalam gelombang pasang sajak-sajak cinta yang penuh kerinduan. Puisi-puisi cinta. Ah puisi puisi cinta seakan tak lekang dalam perjalanan waktu.
Adakah Kau RasaAku MerinduApa Kabar SenjaBagaimana Dapat Kau RasaBagaimana Dapat Kugambarkan BahagiaCintakuDari Kerling HeningDi Ujung SetiaDinyalakan-NyaHalangi Langkah KakiJangan Jadi DuriJika Cinta HadirKau TahuKudekap EngkauKuingin KatakanKumpulan Puisi CintaKunthi HastoriniKutemu SenyummuKutulisLelaki BerpuisiLENGKUNG MIMPIMatamu Adalah Cahaya Purnama BulanMenapak Jejak di Jalan SetapakMenemu Negeri CahayaPada Keping Yang SamaPuisiPuisi BerduaPuisi CintaPuisi Cinta BerduaPuisi Cinta KitaPuisi Cinta RomantisPuisi Kunthi Hastorini

Pagerank

Blog saya Marketing Corner pernah mendapatkan Pagerank 6, tapi tiba-tiba saja menjadi N/A. Mungkin ada semacam koreksi dari google karena ada kesalahan penghitungan dalam algoritmanya. Atau mungkin juga terkena panda atau penguin, saya tidak tahu. Saat ini saya menunggu update page rank google untuk mengetahui apakah N/A untuk blog Marketing Corner akan terus berlanjut. Hehehe. Cuma penasaran aja kok.

Bagi teman-teman yang pernah menggunakan SEOquake untuk melihat google pagerank dan alexa rank sekaligus mungkin akan tahu bahwa ternyata banyak juga blog yang N/A dan tetap tampil di halaman satu google bahkan di peringkat satu. Artinya N/A itu bukan pagerank 0 (nol) pagerank terendah, dan masih tetap memiliki power untuk tampil di mesin pencari google dengan gagah.

Hanya saja saya masih tetap penasaran dengan N/A pada blog Marketing Corner tersebut. Ada yang bisa memberikan petunjuk?

Sajak Cinta dan Rindu Nanang Suryadi (2)

Jambangan Retak menderulah badai memporakkan harapan yang disusun dalam hatinya seseorang yang mencinta meletakkan bunga layu pada jambangan retak kepada siapa kan disampaikan kegundahan orang sunyi yang merindu menyimpan bayangan menari-nari sebagai cerita tiada terlupakan catatan pada buku menguning abadikan kisah percintaan dan kesedihan


Sketsa Rindu Untukmu

1. dalam mimpimu, kubisikkan dongeng negeri bunga, warna dan cahaya. seperti kupungut sepercik, dari tatapmu, keriangan kanak. keindahan puisi dan denting pengiring lagu, memecah sunyi
2. kusapa engkau, kabarkan pelangi yang menjuntai, selendang peri
bidadari, guratan warna, lukisan bagi cinta, cintaku
3. sebagai tanya, pada angin lalu: " yang dirindu akankah tahu, yang dirindu akankah juga merindu, yang dirindu akankah juga menunggu?"
4. sebagai sketsa, detik menitik, terjemah waktu, tafsir waktu, mengalir aku, mengalir rindu, menujumu...
5. ................................
................................



Ingatan Dari Masa…

Sajak Rindu dan Cinta Nanang Suryadi (1)

Yang Merindu
aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening
sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu
seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!


Tak Ada Yang Sia Sia
Tak ada yang sia sia mencinta Sebagai matahari mencahaya

Mencium embun hingga kekal rindunya Tak ada yang sia sia menanti
Sebagai diri kembali
Ke mula akhirnya sendiri
Tak ada yang sia sia merindu Sebagai lagu

Menyiram embun ke dalam kalbu


Tapi Aku Mencintamu
Tapi aku mencintaimu, dengan kecemasan
Serongga dada yang kosong, sehampa rasa kehilangan
Tapi sanggupkah kau tahu, seperti
Aku yang merindui, dengan hunusan belati, tikam sepi
Cuma, pada galau menyiksa
Kau kira, di mana akhirnya

Merindurindu
demikianlah hidup. harus terjalani juga. dengan tanyamu tak terjawab.
tak berjawab. dalam benak segala tanya. dalam mimpi segala angan.
demikian ragu menggodamu. selalu. selalu.
ada yang lelah melangkah. ke ujung cakrawala. ke ujung s…

Label

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers