Tak Perlu



tak perlu kau tuliskan namamu. ini tembok putih saja. tak terlalu
putih sepertinya. karena mengelupas catnya dan menguning coklat hitam kena
tempias hujan dan tempelan debu. tak perlu kau tulis namamu di situ.
walau kau mungkin rindu diriku. atau kau ingin memaki. seperti ketika
kau demikian kesal. Kepada penguasa bengal. tak perlu kau tulis
namamu. tak perlu. tapi bolehlah. Kau tulis namaku. di situ. jika
memang kau rindu diriku



Komentar

Label

Tampilkan selengkapnya

Arsip

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers

Postingan populer dari blog ini

Contoh Puisi Kehidupan di Kota Jakarta

Buku Kumpulan Puisi Kenangan Yang Memburu Karya Nanang Suryadi

Sajak di Kampung dan Kafe-kafe