Puisi Untuk Cunong Nunuk Suraja, Sahabat Penyair

TAFAKUR
:cunong nunuk suraja

dalam tafakur masih tak henti henti gelisah diri hantam-hantamkan
ombaknya ke karang jiwa tak henti aku menggerung meneriaki cakrawala
hingga habis suara hingga lelah hingga tinggal kosong pasrah menyerah
di arus waktunya!


SELAMAT PAGI JUGA
:cunong nunuk suraja

selamat pagi,
kataku pada matahari,
sepenggalah tingginya.


SELAMAT SIANG JUGA
:cunong nunuk suraja

selamat siang,
kataku pada matahari,

tapi ia sembunyi di balik awan hitam



SELAMAT PAGI JUGA OOM CUNONG

selamat pagi juga oom,
mari kutemani, kata hujan

membasah di rambut dan celana-baju






Komentar

Label

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers

Postingan populer dari blog ini

Contoh Puisi Kehidupan di Kota Jakarta

Buku Kumpulan Puisi Kenangan Yang Memburu Karya Nanang Suryadi

Index Of The Art of Marketing and Poetry