Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2003

BERMAIN KATA BERMAIN MAIN

BERMAIN KATA BERMAIN MAIN

dari atas genteng kulihat hari demikian genting orang orang berteriak gantung kepada pengkhianat yang menggunting di dalam lipatan seperti gaung pekik di dalam gentong kosong

hari demikian panas mungkin kerbau kerbau akan pergi berkubang tapi aku duduk saja di atas bangku ingin membuat sajak berkabung mungkin tentang bunga bakung tapi kepalaku terasa kosong seperti kelapa yang terkena hama karena merasa petaka betapa menyiksa

cobalah hitung hutang kita seperti kuda yang duka bermain dadu seperti duda ditinggal lari bini dan mengoceh mungkin hantu mungkin tuhan hingga kaki terasa kaku karena kuku membiru ngilu mata meneteskan perih amat pedih hingga teringat mati

ah, kata jadi gado gado campur menggoda-goda lelaki sendiri di kota yang riuh dengan otak bebal berdiam seperti katak dalam kotak menerima kutuk sebagai puisi yang diketik disela kotek ayam dan kenangan yang membuat tak berkutik

karena noda diri merasa dina di deru suara adzan dan darah mend…

4 Sajak (Puisi) Lama Bagus Indah Keren

ENGKAU YANG TAKUT MEMBACA ISYARAT

engkau demikian takut membaca isyarat. tapi kemestian akan tiba juga. walau kau tolak. walau kau kata tak hendak. karena hati yang tak sepenuh niat. menggamangkan langkah. memutar dirimu memutar mutar. dalam lingkaran memusar. di peta labirin tanya jawabmu sendiri. o, engkau yang menyimpan dendam amarah dan rindu cinta di hati. ke mana kau akan pergi. menuju inginmu sendiri. di peta mimpimu sendiri. atau di rajah nasibmu sendiri.


ENGKAU DAN SEBUAH KEBUN

di taman itu kebun yang dirawatnya sendiri dengan tangannya ditanam pengetahuan yang menggoda dirimu memakan buahnya hingga berlepasan pakaian cahaya dari tubuh dan kau pergi dari taman itu dengan sesal di hati dengan duka di hati karena terusir ke goda demi goda lalu engkau mengembara pada kata kata yang diajarkannya suatu ketika rahasia semesta juga tentang darah yang ngalir dari kanak-kanakmu juga air bah yang melanda negeri negeri para pendosa karena telah dilupa oleh goda musuhmu yang nyata yang m…

Antologi Puisi Nanang Suryadi Terbaik Indonesia Update

KARENA DIKSI

sebagai petapeta yang dilukis menghamburkan jejak lama
dari riwayat sebuah ingatan

hingga waktu merapat ke titik nol

sampai dentingnya yang menggaung menjadi senyap lenyap
dalam sajak tak selesai

karena huruf membisu dalam rahim pertapaan

menumbuh tumbuh dalam diam dalam sunyi
memandang diri semakin asing

pada rambu rambu di jalanan pada buku buku dan kitab suci

layaknya puisi aneh yang ditulis dari arus deras mimpi
mengamuk tak tahu mau meloncatloncat tak tahu ingin menarinari tak tahu hendak

bolak balik kata berbolak balik menemu kembali kata yang sama mengulang ulang

baiklah siapkan saja pena deret leburkan kata bergumulah dalam frasa bersetubuhlah dalam kalimat baris dan bait sajak menelusur hingga mula, karena

jadi maka jadilah:

karena rona karena warna karena nuansa karena biru karena hitam karena jingga

karena waktu karena senja karena petang karena malam karena fajar karena detik karena jam karena hari karena minggu karena bulan karena musim karena tahu…

Label

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers