Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2004

SERUPA KESUNYIAN YANG MENGENDAP DI WAJAHMU

: nzibs

serupa kesunyian yang mengendap di wajahmu
kerinduan menjadi demikian asing
seasin puisi yang meleleh di sudut bibir
hisaplah
sepenuh dada yang meragu
kemana kiranya mimpi disampirkan
pada bayang atau deru hari
menderu dalam kepala
tapi tetap saja kesunyian
yang melintas
dan melintas
di sela waktu menantang deru
hingga bibir membiru
dan waktu berhenti saat itu

Di Stasiun Itu Kita Bertemu

: munir

Di stasiun itu kita bertemu
Saling menyapa hendak kemana

Hendak kemana
Begitu senantiasa aku bertanya

Mungkin tanya yang sama
Pernah kau bisikkan

Dan kau duluan sampai
Di sana

Kemarahan Yang Tak Pernah Berhitung

kemarahan yang tak pernah berhitung tentang tangis darah airmata
adalah sorot mata yang meletikkan bara api
dan meledakkan amunisi kebencian ke segala arah

adalah engkau yang menyimpan perih
tak tahu hendak apa
tak tahu hendak mengapa

mata hati buta
telinga hati tuli

karena kemarahan
maka tak pernah kau hitung
tangis darah airmata manusia tak berdosa
meledak bersama amunisi kebencian dan amarahmu!

Label

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers