Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2006

Cahaya Namamu Cahaya

Gambar
Cahaya Namamu Cahaya

: Cahaya Hastasurya

cahaya namamu cahaya secerlang mata bunda secerlang 8 surya di dalam
dada ayah

lihatlah burung bermandi cahaya lihatlah air memantul cahaya lihatlah
rindu ayah memburu cahaya

cahaya namamu cahaya dalam doa malam subuh siang senja cahaya
menerang terang dunia

cahaya namamu cahaya dalam isak dan tawa ayah bunda dipeluk cinta kau
selalu bahagia

Dan Rindu Menggeletar

Dan Rindu Menggeletar

dan rindu menggeletar, kata-kata menyesat di dalam sel otakku,
seperti burung-burung yang menjerit mencari sarangnya

dan rindu mengada di jejemari puisi, membadai di ruang dada sunyiku,
sebagai luka, sebagai nganga, sebagai sunyi, sebagai pinurbo meraba
darah lambung kiriku

biarkan aku menjerat kalang kabut sliweran kata, hingga....

Contoh Puisi Sufi

Sesayap Terbang Sesayap Merapuh

sesayap terbang sesayap terbang
menuju tuju

sesayap terbang sesayap terbang
merapuh rapuh

simorgh! teriakmu
ini nyeri tak letih merindu

huwa humma hum hiya humna
hu! hu! hu! hu! hu!

Sebiru Ingatan

Sebiru Ingatan

demikian biru ingatan menjejak silam menapak kata demi kata
ke puncak tiada ke puncak tak segala tiada

demikian biru ingatan menelusup ke dalam nganga sunyi luka

demikian biru ingatan hingga mimpi mimpi menjelma dalam puisi tak
berhingga

hingga tiada hingga semua tiada hingga Engkau adanya

Ada Siapa Ada

Ada Siapa Ada

ada siapa menyapa di sebalik tirai kabut menyeringai
mungkin detak waktu menyeru nyeru di dada sendiri di jantung sendiri
hingga hilang denyutnya hingga

ada siapa di balik tirai hingga merindu hamzah merindu fansuri
merindu attar merindu rumi merindu tardji merindu engkau menemukan
siapa tapi manusia tetap serupa musa terjerembab di tursina
tak sanggup menatap cahaya

Maha Cahaya Maha Cahaya Engkau Siapa?

Di Depan Televisi

Di Depan Televisi
:freeport

di depan televisi, mulutku nganga
ada batu menimpa kepala siapa
tak kutahu nama juga pangkatnya

di depan televisi, mulutku nganga
ada batu menimpa kepala dilempar siapa
ingin teriakkan aduh, entah pada apa

di depan televisi, mulutku nganga
tak mengerti mengapa
ada yang tega aniaya

malang, 17 maret 2006

Label

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers