Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2006

Contoh Puisi dari Kehidupan Anak-anak yang Menarik

RAHASIA

: sdd dan hah

1.

di sore yang gerimis, awan menyapa hujan:
"maukah engkau kuberitahu rahasia?"

namun tiba-tiba angin memberat
hujan melebat,

dan awan, dia kembali tak sempat


2.

di dingin yang khusuk, kayu menyapa letik api
"maukah engkau kuberitahu rahasia?"

namun tiba-tiba angin menghardik,
api berkobar,

dan kayu, dia kembali tak berkutik



ATTA MENGGAMBAR BUNGA

:cahaya "atta" hastasurya

ayah tak bisa menggambar bunga,
atta saja, pasti bisa

atta menggambar bunga,
anggrek yang bunda siram, sudah berbunga

bunganya kuning, merah,
ada bintik-bintik hitam juga

atta menggambar bunga,
di lantai dan tembok rumah

bunda bilang jangan,
ayah tertawa-tawa

atta menggambar bunga,
di mana-mana

bunga bertumbuhan, bermekaran
bersama tangan cahaya


Malang, 2006


ATTA

:cahaya "atta" hastasurya

ayah, sini, ta tu
dua, tiga, pat, nam, juh,
pan, iyan, eyuh, eyas

atta berhitung sampai sebelas
tapi lupa satu dan lima

ayah, sana, jayan-jayan
escin escin

atta mengambil sepatu
jalan di luar panas, atta tahu

ay…

Contoh Puisi Ironi dari Berita Koran

Dari Sebuah Tajuk: 7 Orang Tewas Terkena Ledakan Gas

7 orang tewas sia-sia, katamu. sederet huruf tebal yang kau lirik
sepintas. mungkin tak ingin segera kau baca mengapa dan dimana.
mungkin tak ingin kau bayangkan bagaimana mereka meregang nyawa. di
semburan gas atau lumpur panas. tak ingin segera kau ketahui berapa
jumlah sebenarnya yang tewas. karena ingin segere kau tulis sajak
cinta. sajak penuh aroma bunga. di pagi berteman secangkir kopi. hari ini

Contoh Puisi dari Berita Kriminal

Dari Sebuah Tajuk: Seorang Ibu Memakan Bayi Panggang

ayah, sudah baca berita hari ini? bunda tak sanggup membacanya. lihat
ini, ada seorang ibu memakan bayinya sendiri. bayi panggang. aduh,
mengapa ada ibu tega seperti itu. kata orang sih, dia gila. tapi aduh,
kok bisa orang gila hamil dan melahirkan bayi? kapan dia menikah. dan
bayinya apakah memiliki ayah. atau mungkin dia diperkosa.
beramai-ramai. aduh, dunia semakin gila. ayah, bunda tak mau membaca
koran dan menonton berita.

Contoh Puisi Cinta Untuk Istri Tercinta

Untukmu

:kunthi

aku ingin menulis sajak, untukmu
seperti dulu
mungkin tentang hujan
yang turun di saat senja

sebagai puisi yang diam-diam
kutuliskan
hujan perlahan menyapa
dengan ingatan

aku ingin menulis sajak, untukmu
seperti dulu
mungkin tentang pelangi
yang melengkung di saat senja

tapi tak kutemu pelangi,
di langit,
matahari baru saja pergi
tak menyisakan cahaya

aku ingin menulis sajak untukmu,
seperti dulu, seperti dulu
di waktu kita dimabuk rindu

Malang, 2006

Contoh Puisi tentang Berita Koran dan Kehidupan Sosial

Dari Sebuah Tajuk: Ibu Membunuh Bayinya Sendiri

:hah

seorang ibu membunuh bayinya sendiri. ini berita keberapa. berita yang
sama di tahun ini. apakah akan ditaruh di tajuk utama. dengan huruf
judul tebal. dengan foto bayi berlumur darah dan leher membiru? lebih
biru dari masa depannya. bayi yang teramat lucu. dan mungkin ia akan
menjadi pelukis. atau penyair yang menyukai warna biru. atau merah
seperti warna yang menghantarnya menghirup udara. tapi tangan itu,
merenggut udara. merenggut mimpinya. yang mungkin berwarna biru. atau
putih. seperti yang diingatnya untuk terakhir kali. putih mata ibunya

Di Lengkung Alis Itu, Yo...

Di Lengkung Alis Itu, Yo...

di lengkung alis matanya
adalah harap

di lengkung alis matanya
adalah rindu

dimana sunyimu menuju
dimana jejakmu ditanda

dimana mimpimu digariskan
dimana tawamu dideraikan

adalah lengkung alis
yang mencakrawala

adalah lengkung alis
yang menghias bumi

adalah lengkung alis
yang merangkum semesta

adalah lengkung alis
yang menjadi puisi

puisi menjadi dirimu

Malang, 2006

Dari Sebuah Tajuk

Dari Sebuah Tajuk: Orang Dibakar

: hah

ada berita apa hari ini, seperti kubaui hangit orang terbakar. mungkin
ada yang ingin mencatat dengan tergesa. dalam berita. atau puisi. apa
bedanya.

tapi mungkin ada yang hanya ingin mengekalkannya dalam ingatan. atau
mungkin ada yang ingin segera melupakannya.

seperti biasa. seperti biasanya


Dari Sebuah Tajuk: Orang Bunuh Diri

:hah

masih berita yang hampir sama dengan kemarin: orang bunuh diri,
katamu. mengapa bukan huruf bunuh diri. mungkin akan jadi puisi.

orang-orang murung. menatap nasib hitam warnanya. di huruf-huruf besar
tajuk utama.

huruf-huruf murung. menatap tajam pisau. mengingat beliak mata. saat
puisi menikam jantung sendiri.

Blitar

Blitar

apa yang kau pikirkan,
diantara jalan menikung
menanjak menurun,

lihatlah: perbukitan gundul

apa yang kau bayangkan,
diantara kepungan kemarau
ranggas hutan jati

lihatlah: pemakaman umum

apa yang kau ingat
diantara ladang ladang
sawah mengering

lihatlah: pasir batu

apa yang kau tulis
diantara alir kecil sungai
kaki gunung kelud

lihatlah: nasib sendiri

2006

Bendungan Selorejo

Bendungan Selorejo

itu ikan apa? katamu,
mungkin sambil membayangkan
hidup di dalam keramba

dijual ikan mas koki,
wader, gurami
segar atau dibakar.

itu ikan apa? katamu
mungkin sambil mengingat
irisan pisau ke perut

dijual ikan betik,
bekutuk, mujahir
hidup atau mati

itu ikan apa? kataku
menunjuk ikan
di dalam puisi

2006

Sajak Kota Kota

Cilegon

angin kemarau,
sampai di dada galau

sederet kenang,
mengucap selamat datang!

2006



Bojonegara

dimana titik henti: di jalan berlubang, pelabuhan kemarau, bebatu
gunung, pepohonan meranggas tumpas

dimana jejak kan bertanda: pada langkah lungkrah

jika gelombang sampai disini, siapa akan menyimpan ngeri: badai mimpi

2006



Rumah Dunia

:gola gong, yo, dino, dedi, qizink

lingkar percakapan, jalin menjalin
puisi, tawa, cerita,

teks berloncatan,
menari

di halaman terbuka,
di mimpi terbaca

di rumah dunia

2006


Lumajang

:atta dan bunda

menembus siang menembus malam,
kemarau dimana-mana,

tapi tak di airmata
di senyumku

menatap binar mata

2006

Label

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers