kubisikkan di telingamu kata-kata

kubisikkan di telingamu kata-kata, serta nama-nama, namaku namamu nama anak-anak kita, sebagai ingatan, bahwa kita berbahagia

lihatlah bibirku mengeja, agar kau tahu sejarah sedang kubaca, dari matamu yang menyimpan peristiwa, diriku yang mencinta

cintaku, dengarlah degup jantungku, kau akan temukan ombak, memburu pantai, menyeru-nyeru

Komentar

Label

Tampilkan selengkapnya

Arsip

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers

Postingan populer dari blog ini

Contoh Puisi Kehidupan di Kota Jakarta

Buku Kumpulan Puisi Kenangan Yang Memburu Karya Nanang Suryadi

Sajak di Kampung dan Kafe-kafe