MEMBACA

Sehelai demi sehelai,
sehalaman demi sehalaman,

detak jantung semakin cepat.

Di halaman akhir,
napasnya berhenti.

Komentar

Label

Tampilkan selengkapnya

Arsip

Tampilkan selengkapnya

Google+ Followers

Postingan populer dari blog ini

Contoh Puisi Kehidupan di Kota Jakarta

Buku Kumpulan Puisi Kenangan Yang Memburu Karya Nanang Suryadi

URL Google Plus